Vipassanā merupakan
teknik meditasi yang menjadi ciri khas ajaran Sang Buddha. Meditasi ini
dibedakan dari Samatha Bhavanā dalam pengembangannya. Sementara
Samatha Bhavanā menekankan pada
pengembangan ketenangan batin, Vipassanā
lebih menekankan pada pengembangan kebijaksanaan.
Dalam
Visudhimagga Bhante Buddhagosa mengatakan bajwa istilah Vipassanā berasal dari gabungan vividha
yang berarti berbagai hal dan passana
yang berarti melihat. Oleh sebab itu, Vipassanā
artinya melihat dari berbagai hal atau berbagai sudut pandang. Yang dimaksud
disini adalah ketika seseorang mengamati objek tertentu ia melihat dari
berbagai sudut pandnaga, yaitu:Melihat
sebagai tidak kekal, berubah dan tidak bisa dipertahankan.
2. Melihat
objek sebagai sumber dukkha atau penderitaan apabila dilekati.
3. Melihat
objek tersebut sebagai bukan milikku, bukan aku dan bukan diriku, bukan
makhluk, bukan pria, juga bukan wanita.
4. Melihat
objek tersebut sebagai sesuatu yang muncul karena kondisi-kondisi.
Sementara
itu, secara umum Vipassanā di
terjemahkan sebagai insight
(pandangan terang) awalan ‘Vi’ dalam Vipassanā
diartikan sebagai internal atau diri, sedangan passana adalah melihat. Oleh sebab
itu, terjemahan yang diberikan secara umum adalah insight dalam arti melihat ke
dalam diri. Praktik meditasi Vipassanā
mencangkup semya ajaran penting Sang Buddha, seperti: Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani), Sebab musabab
yang saling bergantungan, Tiga karakteristik (Tilakkhana), Hukum Kamma (perbuatan) dan tumimbal lahir, praktik sīla, Samadhi, dan Pañña, pegembangan
terhadap 37 faktor pencerahan dan 7 tahap permunian.

Komentar
Posting Komentar